We face to face but we don't see eyes to eyes, because Im too scared to fall.
salahkah aku?
Pisau ini mendarat dan mengusirmu dari sisiku selamanya. Maafkan aku, karena bukan maksudku melempar pisau itu.. Ak bermaksud melempar bunga agar bunga itu dapat menjadikanmu lebih baik. Dan saat kulempar bunga itu, kau menerima pisau.
Kau menjauh, lebih jauh. Aku dapat melihatmu, tapi rasa ini jauh. Apakah hanya aku yang mempunyai rasa ini?
Rasa bersalah. Rasa bersalah ini bersarang di diriku. Aku yang telah menghancurkanmu. Aku yang telah merubahmu. Aku membuatmu dingin, menghilangkanmu. Rasa bersalah ini merenggut badanku. Rasa bersalah ini membuatku tumbang. Tidakkah kau tahu, aku tumbang karena dirimu?
Aku ingin mengembalikanmu. Tetapi, siapa aku? Kau telah menjauh darikku, dari semuanya, Dan itu slahku, karena telah membuat kau merubah dirimu.
Sejujurnya, aku tak bermaksud melakukan itu. Kau menerima pisau sementara aku melempar bunga untukmu. Apa yang harus ku perbuat?
Dari lupuk hatiku paling dalam, aku mengucapkan maaf. Maaf yang tidak dapat keluar dari mulut ini. Mungkin kau akan mengetahuinya saat hal terpenting yang kupunya berubah menjadi datar.
Im sorry...
salahkah aku?
Pisau ini mendarat dan mengusirmu dari sisiku selamanya. Maafkan aku, karena bukan maksudku melempar pisau itu.. Ak bermaksud melempar bunga agar bunga itu dapat menjadikanmu lebih baik. Dan saat kulempar bunga itu, kau menerima pisau.
Kau menjauh, lebih jauh. Aku dapat melihatmu, tapi rasa ini jauh. Apakah hanya aku yang mempunyai rasa ini?
Rasa bersalah. Rasa bersalah ini bersarang di diriku. Aku yang telah menghancurkanmu. Aku yang telah merubahmu. Aku membuatmu dingin, menghilangkanmu. Rasa bersalah ini merenggut badanku. Rasa bersalah ini membuatku tumbang. Tidakkah kau tahu, aku tumbang karena dirimu?
Aku ingin mengembalikanmu. Tetapi, siapa aku? Kau telah menjauh darikku, dari semuanya, Dan itu slahku, karena telah membuat kau merubah dirimu.
Sejujurnya, aku tak bermaksud melakukan itu. Kau menerima pisau sementara aku melempar bunga untukmu. Apa yang harus ku perbuat?
Dari lupuk hatiku paling dalam, aku mengucapkan maaf. Maaf yang tidak dapat keluar dari mulut ini. Mungkin kau akan mengetahuinya saat hal terpenting yang kupunya berubah menjadi datar.
Im sorry...
