Tetesan Air di Langit Merah

by 18.30 0 comments
Kau datang bak badai yang menghancurkan hari cerahku. Semua kau porak porandakan, tanpa tersisa satupun. Kau mengamuk, menghantam semua yang ada di sekelilingmu. Termasuk aku. Apa yang membuatmu marah? Aku tak tahu, kau pun juga. Setelah badai itu reda, tinggalah hujan yang setia menemaniku disini, sendiri. Aku merenungkan apa yang telah kuperbuat. Dan hujan setia menemaniku. Di sisi lain, kau bak matahari bersinar terang membawakan kebahagiaan. Tapi, apakah kau tak merasa bahwa dibalik tembok besar, terdiamlah aku disana, bersama hujan. Hujan yang setia menemaniku. Bagiku, setelah apa yang kaulakukan padaku selama ini bukan matahari yang membuatku bahagia. Hujan...

Firyal Salsabila

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments: