Tampilkan postingan dengan label london eye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label london eye. Tampilkan semua postingan
Its raining again. Nafas panjang keluar dari hidungku. Aku lupa membawa payungku, setiaknya aku memakai mantel. Hari ini sunggu berat, mulai presentasi yang gagal, proposal yang salah kaprah hingga telat pulang karena tertinggal underground (kereta bawah tanah). Cuaca di London sedang girang-girangnya menurunkan hujan.

Secangkir coklat panas cukup menghangatkanku. Mantelku benar-benar basah, aku harus membawanya ke binatu besok. Hidup sendiri tanpa ada teman dirumah awalnya cukup berat bagiku. Tetapi, lama kelamaan aku dapat menikmatinya seiring denganku yang semakin hari semakin sibuk. Aku bekerja di salah satu majalah fashion ternama di UK, mungkin di dunia juga.

Akhir pekan yang membosankan. Aku memutuskan untuk berjalan ke kota. Rindu rasanya tidak mengelilingi London untuk (kurang lebih) dua bulan. Ya, karena kesibukanku. Aku ingin sekali menaiki London Eye. Aku ingat saat pertama kali aku menaikinya, yaitu hari pertama aku tiba di London bersama sahabatku Jac. Aku memang tidak berasal dari London, aku berasal dari Cavan, Irlandia, kota kecil yang sangat indah. Karena jalan menuju underground dan binatu searah, aku sekalian membawa mantelku yang masih basah. Kali ini, aku membawa payung karena mantelku di binatu.

London Eye telah menampakkan wujudnya. Tetapi, sebelum aku sampai di sana, hujan mulai turun kembali. Kubuka payungku dan berjalan lebih cepat. Tepat pada waktunya, saat hujan mulai deras aku telah berada di mall dimana tiket untuk menaiki London Eye dijual. Tiga puluh menit melayang di langit London.

Apa yang kurang dari diriku. Aku telah memiliki kehidupan yang sempurna. Mimpiku terwujud. Aku di dalam tabung London Eye. Sembilan tahun yang lalu, aku masih berangan-angan bagaimana rasanya menaiki London Eye. Orang-orang berkata padaku bahwa aku gila kerja. Mereka bilang jodohku tak kunjung datang. Siapa pemilik tulang rusukku ini?

Saat aku keluar dari mall, hujan mulai turun kembali, lebih deras. Tanpa sengaja aku menabrak lelaki yang sedang berjalan berlawanan denganku dan dia sedang membawa kopi. Alhasil perutku kepanasn terkena kopi. Dia meminta maaf kepadaku dan aku meminta maaf padanya.

And that was how we met..