Bukan Saatnya Menyesali

by 19.03 0 comments
Aku merasa dunia begitu sempit karena kita saling berhubungan. Di sisi lain, aku merasa dunia begitu luas karena perselisihan diantara kita. Aku berani bertaruh jika suatu saat kita dikumpulkan bersama, rasa canggung pasti muncul di antara kita. Aku menuliskan 'kita', karena bukan hanya kita berdua yang termasuk dalam 'kita'.

Aku ingat disaat kau melukiskan pelangi di kanvas hitam, lalu aku menghujaninya dengan makian, hujatan, dan kata-kata kasar yang seharusnya, itu bukan untukmu. Melainkan untukku. Karena aku yang bodoh, yang telah menghilangkan pelangimu. Mengubahnya menjadi petir yang menapakkan kegagahannya tetapi merusak. Mengapa aku sealau merasa bodoh saat aku bersamamu? Di saat bersamaan aku merasa menjadi seorang ratu yang dikelilingi para penjaga. Kau membuatku bignung. Bingung dengan apa yang telah terjadi. Seperti tersesat di hutan.

Lucu ya, saat kau berbicara pada temanmu dan kukira kau membicarakanku padahal kau tak mengingatku sama sekali. Kau berhak marah karena lukisanmu yang telah kuhancurkan. Kau boleh marah karena aku telah menyia-nyiakanmu. Kau boleh mengirimkan awan hitam dengan petir kepadaku, membalas apa yang telah kulakukan padamu.

Saat waktu terus berlalu. Saat semua berjalan sesuai arahnya. Dan saat semua kembali menjadi dingin.


Firyal Salsabila

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments: