Separuh Rembulan

by 20.27 0 comments
Rasanya itu seperti burung berterbangan di langit, meluncur ke lautan kebahagiaan, memiliki semua yang ingin kau miliki, dan terbang ke langit tanpa batas. Andai kau tahu bahwa aku bahagia. Andai kau tahu alasan aku bahagia adalah alasan sepele seperti sebiji nasi yang jatuh, lalu dibuang. Aku tak tahu apa yang membuatku seperti ini. Mungkin, perasaan yang sungguh gila dan liar di dalam dadaku, yang tak bisa kuungkapkan kepadamu, dan menjadi beban di dadaku, yang sewaktu waktu dapat meledak dan membuatku sesak.

Aku tahu kau menyukai bunga mekar di sebelah rumahku. Kau selalu mengamatinya. Bodohnya, aku berharap kau sedang melihat kearah patung usang di depan rumahku. Kau tidak mempunyai keberanian yang cukup untuk mendekati bunga itu, kau hanya melihatnya. Jika kau ingin memilikinya, kau harus memetik bunga itu dan kau bawa pulang, dengan konsekuensi bunganya akan mati dan layu. Pilihan lain, jika kau ingin memiliki patung usang, kau dapat membawanya pulang dan membersihkan patung itu. Sayangnya kau tak pernah menyukai patung itu.

Kau selalu membuatku merasa tidak memiliki apapun, tetapi di sisi lain, kau selalu membuatku merasa indah. Mantra apa yang kau gunakan. Seisi kandang tahu kau adalah telur angsa emas. Tapi seisi kandang tidak tahu apa yang kau sembunyikan di balik cangkang emasmu. Retakan besar. Kapan kau akan membuka dan keluar dari cangkang emasmu dan mencari kehidupanmu sendiri?

Tahu kah kamu bahwa aku selalu menyukai burung gagak yang tidak pernah melihat kebawah?

Firyal Salsabila

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments: