Tempat buat kamu udah rapi, kapan kamu tempati? Atau jangan jangan kamu cuman nyuruh aku buat ngerapiin aja, tanpa mau kamu tempati?
Aku berjalan dibawah tetesan air hujan sore hari. Terlukiskan langit indah diatas sana. Seindah matamu. Mantra apa yang kau gunakan untuk mengutukku dan merubahku menjadi seperti ini? Setiap saat selalu ada namamu di benakku. Tingkah laku yang kau lakukan, cerita yang kau ceritakan kepadaku, godaan yang kau lontarkan kepadaku.
Aku senang, kau bersikap seperti itu. Tetapi rasa takutku lebih besar. Aku tak ingin tetesan hujan ini berubah menjadi badai.
Aku telah membukakan pintu untukmu. Tetapi, kau hanya berdiri tepat satu langkah didepan pintuku. Kau tertawa didepannya. Kau tak memikirkan apa yang kurasakan. Pernahkah kau berpikir untuk memasuki pintu yang telah kubuka? Pernahkah kau berniat untuk menutup pintu yang telah kubuka? Ataukah kau hanya ingin berdiri didepannya?
Pernahkah terlintas dibenakmu bahwa aku telah menunggumu sejak dulu?
Aku hanya ingin mengerti apa yang akan kau lakukan dan apa yang kau rasakan.
Selama ini, kau hanya menuliskan tulisan yang tak jelas kau tujukan pada siapa. Kau hanya sekedar menuliskannya. Aku tak tahu apakah itu untuk bungamu? Ataukah kau hanya sekedar menulisnya? Aku mengagumi semua coretan coretanmu. Aku tak akan berhenti berharap bahwa suatu saat aku mengerti semua maksud dari apa yang kau tulis. Dan aku tak akan berhenti berharap bahwa suatu saat, maksud tulisanmu adalah aku dan untuk aku.
syg
Kau, Aku, dan Coretan
Firyal Salsabila
DeveloperCras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:
Posting Komentar