sibuk. ya.
Jerman.
setiap malam, aku harus menatap layar laptopku. serasa aku berkencan dengannya. huruf demi huruf aku ketikkan menjadi sebuah kata dan kalimat. tersusun rapi menjadi sebuah s.a. ya. s.a adalah makan malamku, ditemani dengan roti dan coklat panas.
dingin.
cuaca dingin di luar. embun menampakkan dirinya, mengharuskanku untuk mengangkat kaki dan melipatnya di depan dadaku, agar kakiku tidak menyentuh dinginnya lantai.
detik jam terus berbunyi. menyanyi dengan alunan suara yang ditimbulakan dari keyboard laptopku. hanya cahaya dari layar laptopku yang dominan. semuanya redup. hening.
aktivitasku berhenti sejenak. memikirkan apa yang akan kutilis. semua sudah berada pada akhir dari jalannya. jalan buntu. tidak dapat berpikir lagi. semua rutinitas membuatku lelah. lelah dengan semuanya. hidup jauh dari rumah membuatku homesick. seharusnya aku bisa lulus dalam waktu empat tahun, tetapi karena Jerman tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, aku harus menambah satu tahun untuk kursus bahasa Jerman.
Goethe Universitat. kampus mengerikan. pertama kali aku melihat bangunannya, rasanya ingin memuntahkan laugenbrötchen yang baru saja kumakan. bentuknya sangat tidak berseni kanya persegi memanjang, dan beberapa bagian menonjol. aku memilih fakultas bahasa modern. entah apa yang aku pikirkan dulu, dan sekarang menjadi bencana karena tidak sejalur dengan minatku.
aku merindukan rumah. lelah.
jika aku dapat menyerah, aku akan menyerah. tetapi, ini hidupku. aku sendiri yang harus mengaturnya.
cahaya laptopku mesih mendominasi ruangan. jarum jam menunjukkan ke arah angka satu. mungkin, sekarang waktu yang sangat tepat untuk istirahat. roti dan coklat panasku telah berada dalam perutku. ingin rasanya merenggangkan tubuh. memanjakan tulang belakang yang terus dipaka untuk menyangga tubuh.
perlahan, aku baringkan badanku di atas kasur dan kutarik selimut. waktunya untuk berlari dari dunia ini. mati sementara. lambat laun, aku hanyut dalam dunia mimpiku.
give up
Firyal Salsabila
DeveloperCras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:
Posting Komentar